27 Apr 2012 Sejarah Kedokteran Islam 17
 |  Category: Kedokteran  | Leave a Comment

Perkembangan Ilmu Kedokteran Turki

Tanah asal bangsa Turki asli itu adalah daerah-daerah di antara Danau Aral dan negeri Cina. Mereka termasuk rumpun bangsa Mongol, yang serumpun dengan bangsa Cina, Manchuria, Tibet, Mongolia, Urkuts, dan suku-suku bangsa di sekitarnya.

Ilmu kedokteran Turki asli adalah berupa pijatan, urut, Eftsinn (sejenis tusuk jarum), tepukan, Bugh (yaitu dengan cara melekatkan besi bulat pada tubuh pasien, lalu logam itu disulut ujungnya sampai hangat), Pijatan Ika (semacam pijatan refleksi), yaitu pijatan yang khusus melalui ujung-ujung kaki dan telapaknya, ada yang menggunakan jari-jari tunggal, telunjuk, jari tengah, atau ibu jari. Selain itu, ada juga yang menggunakan biji-bijian, pijit cungkil dengan dua jari, dan lain-lain. Bangsa Turki terkenal pandai meramu obat yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan (herba).

more…

18 Apr 2011 Sejarah Kedokteran Islam 16
 |  Category: Kedokteran  | Leave a Comment

Perkembangan Ilmu Kedokteran India

Islam yang berkembang di India pada awalnya tahun 89 Hijriyah, bermula dari Afghanistan. Tahun 200 Hijriyah, ilmu kedokteran Muslim dari Persia mulai berkembang di Punshab. Namun, ketika itu telah ada beberapa orang thabib Muslim bangsa India. Pada masa kejayaan Baitul Hikmah di Baghdad, kitab-kitab ilmu kedokteran karangan Az Zahrawi, Al Bairuni, Ath Thabari, Ibnu Sina, mengalir pula ke India. Namun setelah kesultanan-kesultanan Islam berdiri di Kasymir, Penshab, dan negeri-negeri lain, hampir setiap negeri akhirnya mempunyai sebuah lembaga pendidikan kedokterannya dan rumah sakit. Perlu dicatat di sini bahwa setelah ilmu kedokteran metode Baitul Hikmah berkembang di India, timbul percampuran yang menghasilkan metode pengobatan khas Muslim India yang islami.

more…

18 Apr 2011 Sejarah Kedokteran Islam 15
 |  Category: Kedokteran  | Leave a Comment

Perkembangan Ilmu Kedokteran Aghanistan

(1)  Model Pengobatan Suku-suku di Afghanistan

Bangsa Aghanistan mempunyai banyak suku. Setiap suku mempunyai cara pengobatan yang khas suku itu. Di bawah ini akan diuraikan secara singkat cara-cara pengobatannya.

Suku Pathan. Suku ini masih ada kaitan dengan darah Aria campuran. Ilmu kedokteran mereka mirip dengan ilmu kedokteran India (Hindustan).

Suku Hajik. Tempat tinggal mereka tadinya berada di Persia. Mungkin karena terdesak oleh perkembangan suku Aria, akhirnya bergerak ke arah Afghanistan. Penghidupan mereka kebanyakan berdagang. Thabib suku ini pun jumlahnya sedikit. Namun ada satu dua dari mereka yang lulusan sekolah tinggi kedokteran Jundi Syahpur.

Suku Ghilzai. Suku ini masih serumpun dengan bangsa Turki. Metode pengobatannya mirip dengan pengobatan Cina.

more…

17 Feb 2011 Sejarah Kedokteran Islam 14
 |  Category: Kedokteran  | Leave a Comment

PERKEMBANGAN KEDOKTERAN DI BEBERAPA NEGERI PADA MASA KEKHILAFAHAN ISLAM

Perkembangan Ilmu Kedokteran Persia

Hampir seluruh penduduk negeri Persia memeluk Islam setelah agama Islam menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia. Namun musuh-musuh Islam di Persia tidak pernah tinggal diam. Mereka selalu berusaha mencari jalan, menelusuri lorong -lorong gelap, menyelinap ke celah-celah temaram, untuk menghancurkan Islam dan umatnya.

Berbagai ikhtiar mereka lakukan untuk mencari titik kelemahan umat Islam. Ada yang berusaha meracuni jalan pikiran kaum Muslimin melalui filsafat Yunani. Cara ini berhasil menawan hati sebagian ilmuwan Islam. Ada yang melalui hikayat penawan hati tetapi merusak aqidah masyarakat umum. Ada yang melalui penyebaran hadits-hadits palsu untuk membawa umat Islam ke lembah kejumudan, perpecahan, ashabiyah, pengkultusan seseorang,dan berbagai tujuan lainnya, yang semua itu bertujuan merusak. Ada pula yang melalui jalan tasauf (sufiyah) yang bertujuan membawa umat Islam kepada kerahiban sufi, khurafat, takbayul, dan bid’ah. Dalam bidang kedokteran, mereka juga memakai jalan pengobatan ini.

more…

07 Feb 2011 Sejarah Kedokteran Islam 13
 |  Category: Kedokteran  | Leave a Comment

Para Pemetik Ilmu Kedokteran Hilaniyah

(11)  Abul Qasim Ibnu Abbas Az Zahrawi

Ia keturunan Anshar dan lahir di Az Zahra tahun 324 H dan meninggal tahun 404 H. Pendidikan dasar dan menengahnya dilaluinya di Az Zahra dan Qurthubah (Kordoba), Di sini ia mempelajari i1mu anatomi (At Tasyrih) di lembaga pendidikan kedokteran. Pada masa pemerintahan khalifah Abdurrahman III di Andalusia, ia menjadi thabib istana Kordoba (Spanyol). Az Zahrawi dikenal sebagai bapak ilmu bedah. Dialah peletak dasar-dasar i1mu bedah. Sebelum melakukan pembedahan, ia sucihamakan semua alat dengan zat yang dinamakan “As Afra”. Selain itu, Az Zahrawi terkenal jahitan bedahnya yang halus dan banyak berhasil melakukan operasi batu ginjal, melebarkan saluran kandungan, menyambung pembuluh darah dan lain-lain. Karena itulah, ia disebut sebagai guru besar ilmu bedah bagi dokter-dokter Eropa. Dialah sesungguhnya peletak dasar-dasar ilmu bedah modern. Selain itu, Az Zahrawi juga ahli alkay modern (asriyah). Ia mempergunakan peralatan yang lengkap. Dalam praktek alkay, pengobatannya hanya meninggalkan bekas alkay yang sifatnya sementara pada kulit.

more…

07 Feb 2011 Materi Tatsqif Tarbiyah
 |  Category: Tarbiyah  | Leave a Comment

Materi Tatsqif Tarbiyah

1. Aqidah

  • Mengenal Syirik
  • Mengenal Sihir
  • Mengenal Syafa’at
  • Makna Thaghut
06 Jan 2011 Sejarah Kedokteran Islam 12
 |  Category: Kedokteran  | 2 Comments

Para Pemetik Ilmu Kedokteran Hilaniyah

(1) Al Kindi

Nama panjangnya adalah Abu Yusuf Ya’kub Ibnu Ishaq Ibnu Sabbah Ibnu Imran Ibnu Ismail Al Ash ‘ats Ibnu Qais Al Kindi. Ia adalah berasal dari suku Kindah Arab Samiyah. Ayahnya seorang amir kota Kuffah. Sedangkan nama Al Ash’ats lbnu Qais yang ikut dicantumkan pada nama Al Kindi adalah salah seorang shahabat Nabi saw.

Al Kindi lahir di kota Kuffah pada tahun 185 Hijriyah, dan wafat tahun 252 Hijriyah. Selain seorang dokter, ia juga dikenal sebagai filosof, astronom, ahli kimia, dan juga ahli dalam ilmu pasti. Ia telah mengarang lebih kurang 256 kitab. Ada 22 kitab yang berisi masalah-masalah filsafat, 16 kitab ilmu perbintangan, 11 kitab aljabar dan ilmu hisab, 32 kitab ilmu ukur, 22 kitab ilmu kedokteran, 11 kitab ilmu pengetahuan alam, 7 kitab masalah- masalah musik, kitab ilmu jiwa (An Nafs), dan 9 kitab ilmu mantiq.

more…